Pengalaman PerDIK

Pengalaman organisasi dalam program inklusi disabilitas

  1. Membangun kesadaran kritis difabel/mitra Perdik melalui diskusi rutin & publikasi ke publik melalui media PerDIK. ekspedisidifabel.wordpress.com . Sejak akhir 2016 media ini terbit dan di tahun pertama (2017) PerDIK menerbitkan satu buku berjudul ‘Perlawanan Difabel Sehari-hari’ yang merupakan kumpulan tulisan terkait isu-isu disabilitas (dalam bentuk hardcopy dan softcopy). Untuk soft copy, PerDIK membagikan secara gratis.
  2. Membangun kapasitas Orang muda difabel (dan orang muda dari organisasi yang konsern pada isu difabel), di mana PerDIK pernah membuat pelatihan Youth for Equality dengan bekerjasama dengan Kemenpora RI (2018).
  3. Mengembangkan kerjasama dalam mengampanyekan dan mengarusutamakan perspektif difabilitas ke berbagai pihak baik pemerintah maupun non-pemerintah. PerDIK melaksanakan diskusi rutin bulanan.
  4. Sudah terbangun kerjasama dengan Universitas Teknologi Sulawesi (UTS) untuk merintis Pusat Studi dan Layanan Disabilitas. Saat ini dalam proses membangun kerjasama dengan Tim Dosen Muda Universitas Hasanuddin untuk mengarusutamakan pendekatan inklusif dalam pendidikan di universitas.
  5. Bekerjasama dengan sejumlah organisasi yang peduli pada isu disabilitas baik di Indonesia maupun dengan pihak lain secara internasional. Seperti Kerjasama dengan KPU Daerah (2016 – 2018), Pemda Bulukumba (2018), SIGAB (2016 – 2018), OHANA (2017-2918), ISJN – SJYC (2018), LBH Makassar (pelatihan Paralegal).
  6. Merespon cepat setiap informasi pelanggaran hak difabel baik yang diterima melalui media massa maupun laporan dari difabel sendiri melalui Program Advokasi dan Pengorganisasian Difabel (PerDIK memiliki Tim Paralegal dan seorang Pengacara) saat ini sudah mendampingi beberapa kasus.
  7. Berhasil Melakukan Ekspedisi Difabel Menembus Batas 2016 (mencapai Gunung Latimojong 3478 mdpl tertinggi ke-5 di Indonesia) dan 2017 (mencapai Puncak Gunung Sesean di Tana Toraja).
  8. Mengembangkan Pustakabilitas, yakni perpustakaan yang menyediakan literatur kajian disabilitas dan pelatihan-pelatihan literasi untuk kaum muda khususnya difabel (2017 – sekarang).
  9. Membentuk Tim Relawan Kemanusiaan (TRK) Inklusi merespon bencana alam Sulawesi Tengag (2018)
  10. Dan lain-lain.[]

Adapun beberapa organisasi yang pernah atau sedang bekerjasama dengan PerDIK adalah:

  1. SIGAB Yogyakarta
  2. OHANA Yogyakarta
  3. LBH Makassar
  4. Komunitas Ininnawa
  5. ISJN (Indonesia Social Justice Network)
  6. FKBS (Forum Kampung Bahasa Sulawesi)
  7. Universitas Teknologi Sulawesi (UTS)
  8. I-News
  9. Komunitas Sikolong (Pohon Pustaka)
  10. Pustaka Bergerak (PB)
  11. PSBDW
  12. Kemenpora RI
  13. KPU Takalar
  14. KPU Makassar
  15. Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan
  16. Pemkab Enrekang
  17. DPRD Kab, Enrekang
  18. Pemkab Bulukumba
  19. Tanete Institute (TANI)
  20. PerDIK Enrekang
  21. PPDI Enrekang
  22. PPDI Kabupaten Bulukumba
  23. PPDI Sulawesi Tengah (TRK Inklusi)
  24. HWDI Sulawesi Tengah (TRK Inklusi)
  25. LPA (Lembaga Pencinta ALAM: Mapala UMI, Korpala Unhas, Bongkar Adventure, Damkar Kota Makssar, dll)