Debat Kandidat Bupati/Wakil Bupati Takalar 2017 ke-2 Respek Terhadap Isu Disabilitas

 

debat-publik-ke-2-kandidat-bupati-wabup-takalar_2017_1Lagi-lagi, PERDIK Sulsel perlu memberi apresiasi kepada Komisioner KPU Takalar yang melaksanakan event Debat Publik kandidat Bupati/Wakil Bupati Takalar 2017. Beberapa kemajuan itu adalah:

Pertama, jika pada debat pertama sudah tersedia seorang penerjemah bahasa isyarat maka debat publik kedua ini ada dua penerjemah bahasa isyarat. Tetapi, ukuran penerjemah masih kecil sehingga masih sulit dipahami oleh pirsawan Tuli. Apalagi kualitas gambar TV Streaming yang tidak begitu terang.

Kedua, dari sejumlah pertanyaan yang disiapkan oleh moderator, terdapat satu pertanyaan terkait isu disabilitas di Takalar. Pertanyaan ini dipilih oleh Kandidat bupati nomer urut 2. Kurang lebih pertanyaannya adalah bagaimana rencana kandidat bupati terkait dengan warga dengan disabilitas. Pertanyaan ini direspon oleh sang kandidat dengan mengaitkannya dengan isu ketenagakerjaan. Menurut kandidat, dari sepuluh ribu peluang kerja yang akan disediakan bagi warga Takalar, di dalamnya ada warga difabel. Kandidat urut dua ini juga akan menyiapkan konsep pemberdayaan difabel dengan model orang tua asuh.

debat-publik-ke-2-kandidat-bupati-wabup-takalar_2017

Bagi PERDIK, gagasan kandidat kosong dua itu sangat menarik untuk didalami lebih jauh. Sayangnya, pertanyaan ini tidak ditanyakan ke kandidat pertama, sehingga tidak ada penjelasan dari petahana terkait kondisi difabel di Takalar dan rencana kandidat pertama ini ke depan.

Sayangnya, pada saat debat head to head kandidat bupati, penerjemahnya tidak muncul dalam layar TVStreaming. Ketidakmunculan ini tentu merugikan pirsawan Tuli, apalagi sebagaimana tampak di layar komputer, perdebatannya cukup seru dan menunjukkan kualitas kedua calon bupati. Nanti saat tiba giliran perdebatan kedua calon wakil bupati, penerjemah ini kembali muncul.

debat-publik-ke-2-kandidat-bupati-wabup-takalar_2017_4debat-publik-ke-2-kandidat-bupati-wabup-takalar_2017_5

Perhatian KPU Takalar terhadap isu difabilitas dalam pilkada ini tak lepas dari peran PERDIK yang terus menerus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan kawan-kawan difabel. Misalnya saja terkait penerjemah bahasa isyarat. Direktur PERDIK Abd. Rahman mendatangi Pengurus GERKATIN Sulsel Ibu Hj. Ramlah dkk dan mendiskusikan mengenai kualitas penerjemahan pada debat publik pertama.

Menurut Hj Ramlah, seharusnya pihak KPUD Takalar berkoordinasi dengan Gerkatin dalam memutuskan siapa yang akan menjadi penerjemah bahasa isyarat. Selain itu, jika melalui koordinasi dengan Gerkatin, maka pihak Gerkatin akan menyampaikan kepada teman-teman Tuli di Kabupaten Takalar sehingga dapat menonton acara itu. Dalam percakapan itu, terdapat penterjemah yang menerjemahkan ucapan demi ucapan dari Hj. Ramlah.

Berdasarkan masukan tersebut, Abd Rahman kemudian menyampaikan kepada KPU Takalar dan KPI Sulsel agar berkoordinasi dengan Gerkatin Sulsel. Selain itu, Abd Rahman juga menegaskan agar ada pertanyaan yang terkait isu disabilitas.

Dari pengalaman debat publik ini, pelajaran penting terkait memperjuangkan hak-hak politik difabel dalam pemilu adalah melalui komunikasi yang intens antar stakeholder. Tanpa komunikasi, tanpa kritik, tanpa saran yang membangun, maka kemajuan-kemajuan di atas tentu tidak akan terjadi.

“Setelah debat ini, tentu masih ada sejumlah aspek yang harus diperhatikan oleh komisioner KPUD Takalar. Misalnya ruang TPS sedapat mungkin lebih akses bagi pengguna kursi roda, lebih mempertimbangkan kebutuhan difabel baik netra maupun Tuli dan difabel yang tak bisa keluar dari rumahnya,” ujar Rahman usai mengikuti debat publik melalui TV. Sebenarnya KPUD Takalar mengundang PERDIK untuk mengikuti debat secara langsung secara langsung di Aula Universitas Islam Negeri Sultan Alauddin., namun kehadirannya diwakili oleh anggota PERDIK yang lain.

Sementara saran kepada penegelola TVStreaming, Go-Sulsesl, Abd. Rahman juga berharap agar pengelolanya berkoordinasi dengan pengurus organisasi difabel.

“Sebaiknya pengelola TVStreaming berdiskusi dengan Pengurus Gerkatin SulSel dalam hal ini Ibu Hj. Ramlah untuk mendiskusikan standar penerjemahan di TV,” ujar Rahman. namun terlepas dari masih adanya sejumlah kekurangan, lagi-lagi Abd. Rahman menyampaikan salut dan terima kasihnya kepada Ketua KPU Takalar dan pihak-pihak lain yang sudah membantu mengangkat isu disabilitas dalam Pilkada langsung ini[].

Please follow and like us: