Bagaimana Berinteraksi dengan Kawan Buta dan Kawan Tuli?

Kalau Anda anak gaul dan suka acara kumpul-kumpul bareng teman di warung kopi atau tempat-tempat publik, maka pasti pernah bertemu dengan kawan yang buta atau low vision dan Tuli atau kesulitan mendengar (Hard of Hearing) atau HoH. Beberapa dari kalian malah mungkin sudah berteman dan akrab dengan mereka.

Dalam studi disabilitas, kawan buta biasa disebut difabel sensorik penglihatan atau difabel netra, dan kawan Tuli disebut difabel sensorik pendengaran. Menyebutnya buta dan tuli sebagai identitas seseorang tak masalah, sepanjang penyebutan kebutaan dan ketulian bukan untuk menekankan perbedaan dengan bersandar pada normal/tidak normal-nya seseorang.

Nah, di antara kita banyak yang belum terbiasa bergaul atau berinteraksi secara intim dengan kawan-kawan di atas. Rasa canggung, bingung, gamang, tentu dengan mudah terjadi kalau kita belum mengetahui bagaimana sebaiknya berinteraksi dengannya. Jadi, sebelum kegamangan itu berbuah kesalahan dalam berperilaku, maka ada baiknya kita belajar dari dua video pendek berikut ini. Keduanya diproduksi oleh SIGAB.

Pertama adalah bagaimana berinteraksi dengan kawan Tuli.

.

Kedua adalah bagaimana berinteraksi dengan kawan buta.

Selamat belajar.

Kalau kelak berteman dengan difabel, jangan ragu memperkenalkan blog ini kepadanya.

 

Salam Inklusi.

Makassar, 3 Januari 2017

Please follow and like us: