Begini kronologi 3 Difabel capai puncak Latimojong

Begini kronologi 3 orang Difabel capai puncak Latimojong

MAKASSAR – Tiga orang Difabel akhirnya mampu menuntaskan misi ekspedisi hingga ke puncak Rante Mario, Gunung Latimojong, Dusun Karangan, Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, Sulsel. Mereka adalah Eko Peruge dan Risma yang merupakan Difabel Daksa dan Abdul Rahman Difabel Netra. Setelah menghabiskan waktu perjalanan pendakian berhari-hari di dalam hutan, ketiganya akhirnya berhasil mencapai tranggulasi puncak gunung di hari ke-5 tepatnya Minggu 4 Desember 2016.

Selain mengabadikan dokumentasi ekspedisi, MAKASSARTERKINI.com terlibat langsung dalam perjalanan juga menyaksikan segala macam rintangan yang dihadapi para Difabel sebelum akhirnya mampu mencapai tranggulasi puncak gunung tertinggi di pulau Sulawesi ini.

Dihari pertama keberangkatan Rabu 30 November 2016, sekitar pukul 13.30 Wita dari posko induk, tepatnya di Dusun Karangan, didampingi sekitar 27 orang yang tergabung dalam tim ekspedisi yang mengusung tema Difabel Menembus Batas ini, seluruh tim mulai bergerak. Setelah menapaki setiap jejal bebatuan terjal perjalanan dan disambut dengan cuaca buruk, hujan deras dan angin kencang, tim akhirnya tiba di pos pertama pendakian pukul 15.30 Wita dan kembali melanjutkan perjalanan hingga ke pos dua pukul 20.20 Wita.

Dihari kedua, Kamis 1 Desember 2016, tim kembali bergerak sekitar pukul 10.00 Wita. Setelah kembali melewati kawasan hutan lumut, dengan jalur yang terjal dan licin serta vegetasi yang sangat merapat ditambah iklim dan suhu dingin sebelum akhirya tiba di pos Lima pendakian sekitar pukul 16.00 Wita. Memasuki hari ketiga, Jumat 2 Desember 2016, tepat sekitar pukul 11.00 Wita tim melanjutkan perjalanan. Namun kali ini, kondisi yang cukup berbeda ditemui.

Tim harus melalui setiap pijakan kaki dengan kondisi jalur terbuka. Udara yang kian menipis ditambah angin kencang karena keterbukaan jalur dengan tingkat kehati-hatian yang ekstra, tim melewati setapak jurang diantara punggungan dan tebing pegunungan sebelum akhirnya seluruhnya tiba di pos ketujuh sekitar pukul 20.00 Wita yang merupakan tempat persinggahan terakhir sebelum mencapai tranggulasi puncak gunung. Selanjutnya, Sabtu 3 Desember 2016 sekitar pukul 12.00 Wita akhirnya seluruh tim tiba di penghujung perjalanan tranggulasi puncak gunung yang memiliki ketinggian 3478 Mdpl ini.

Kordinator tim ekspedisi Eko Peruge mengungkapkan jika perjalanan ini merupakan momentum yang sangat istimewa bagi dirinya dan juga para Difabel lainnya serta tim yang selama dalam perjalanan mendampingi hingga mencapai puncak gunung yang dikenal sebagai “Atap Sulawesi” ini. “Ini adalah sesuatu yang sangat istimewa, bukan hal yang mudah bagi saya tapi dengan semangat dan keyakinan serta kerja keras dari seluruh tim, kami akhirnya bisa sampai kesini,” ucap Eko dengan bangga.

Baginya pendakian ini bukan merupakan hal yang pertama, karena sebelumnya beberapa pendakian kesejumlah puncak pernah ia lakukan. Namun, untuk Sulawesi sendiri ia mengaku gunung dengan ketinggian di atas 3 ribu ini baru pertama kalinya ia tapaki. Pria Daksa ini mengaku, meski menggunakan kaki satu dengan bantuan tongkat, tak menjadi masalah untuk beradaptasi dan menapaki setiap lorong-lorong perjalanan terjal dalam pendakian menuju puncak gunung.

“Untuk gunung Latimojong sendiri, baru pertama kalinya saya daki. Kalau tingkat kesulitan pastinya ada juga tapi banyak yang bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu seperti akar dan batang pohon misalnya,” terangnya.

Senada dengan anggota Difabel lainnya, Risma mengaku tidak terlalu mengalami banyak kendala untuk melakukan pendakian bersama dengan seluruh tim ekspedisi dalam perjalanan ini. Ia mengatakan kondisi alam di gunung Latimojong disepanjang perjalanan membuatnya yakin mampu membantunya menapaki setiap jejal bebatuan, dan tebing curam hingga ke puncak. “Mungkin ini adalah yang paling luar biasa karena bisa sampai ke puncak gunung tertinggi di sini,” katanya.

Sementara Abdul Rahman, Difabel Netra ini mengaku jika dirinya seakan tak percaya bisa sampai ke puncak gunung tertinggi ke-lima di Indonesia ini. Ia menuturkan cukup banyak rintangan yang kadang membuatnya hampir putus asa untuk bisa sampai ke puncak. “Saya tidak percaya bisa sampai kesini. Tapi berkat usaha teman-teman di tim juga yang terus memberikan motifasi dan usaha agar saya tetap semangat. Karena, jujur saja ini baru pertama kalinya untuk saya,” tutupnya. (A)

Ditulis dan diwartakan oelh Arul Ramadhan (Jurnalis Makassar Terkini)

tulisan di atas diambil dari http://www.makassarterkini.com/berita/3573/begini-kronologi-3-orang-difabel-capai-puncak-latimojong

 

Please follow and like us: