UNIVERSITAS TEKNOLOGI SULAWESI (UTS) MEMPERINGATI HARI DIFABEL INTERNASIONAL 2016 MELALUI SEMINAR SEHARI.

sekkot-makassar-696x473

Keterangan foto: Sekda Kota Makassar H. Ibrahim Saleh, SE. MM sedang memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Unv. Teknologi Sulawesi. (Sumber foto: www.online24jam.com)

Makassar, 28 Nop 2016

 

Hari ini bertempat di Hotel The One Universitas Teknologi Sulawesi (UTS) bekerjasama dengan Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PERDIK) SulSel memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2016 melalui kegiatan Kuliah Umum dan Seminar Sehari. Kuliah umum disampaikan oleh Bapak H. Ibrahim Saleh, SE. MM. sebagai Sekretaris Daerah Kota Makassar dan Seminar Sehari diisi oleh Kepala UPT Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya, Makassar) bapak Drs. Aladin, Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UTS, Bapak Drs. Moch. Soleh, MM, dan Direktur Perdik Sulsel Bapak Abd. Rahman, S.Pd.

Dalam penyampaian kuliah umum tersebut, H. Ibrahim Saleh menyampaikan pengalamannya sebagai pekerja sosial dan selama menjabat sebagai kepala dinas sosial. Ibrahim Saleh juga mengemukakan bahwa Pemerintah Kota Makassar sudah mengakomodasi kepentingan difabel melalui Perda No. 6 tahun 2013 tentang perlindungan hak-hak penyandang disabilitas. Dihadapan para akademisi dan mahasiswa Univ. Teknologi Sulawesi (UTS) Bapak Ibrahim Saleh memberikan trik-trik bekerja sebagai Pekerja Sosial. Menurutnya, sebagai pekerja sosial kita wajib mengedepankan ‘sentuhan hati’ dalam mendampingi warga dengan disabilitas. Misalnya, saat Bapak Ibrahim berkunjung ke rumah salah satu eks-penyandang kusta di kompleks Dangko, ia tidak segan-segan meminta tuan rumah menyediakan segelas kopi. Ia menyadari bahwa masih banyak masyarakat salah mengerti kepada penderita kusta. Menurutnya, virus penyebab lepra adalah virus menular namun sulit menulari orang lain. Dengan berbekal pengetahuan medik itu, Ibrahim tidak ragu-ragu bersalaman dengan eks-penderita kusta.

Dalam seminar, Drs Aladin banyak menceritakan pengalaman ia mengelola UPT Panti Sosial Binadaksa Wirajaya. Ia menyebutkan bahwa UU baru terkait Penyandang Disabilitas adalah peluang bagi pemerintah dan masyarakat pada umumnya untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas. Drs. Aladin menguraikan pengertian dasar dari disabilitas berdasarkan UU baru terkait disabilitas dan sejumlah hak yang dimiliki penyandang disabilitas dan kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas tersebut. Pemateri lainnya adalah Drs. Moch Saleh. MM menyampaikan bagaimana seorang pekerja sosial seharusnya bekerja.

Direktur PERDIK, Abd Rahman mewakili penyandang disabilitas dalam seminar ini. Kehadiran Abd Rahman dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional ini adalah untuk menyampaikan pandangan dari sudut pandang difabel. Menurutnya, dalam gerakan difabel dunia ada istilah ‘Nothing about us without us’ yang artinya ‘tidak ada hal terkait disabilitas tanpa kehadiran difabel’ menjadi prinsip dalam membicarakan kepentingan difabel. Rahman atau yang lebih akrab disapa “Gus Dur” menyebutkan bahwa difabel bukan insan yang sakit atau sakit seumur hidup. Menurut Rahman, dihadapan para mahasiswa prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial menjadi pekerja sosial harus bisa memahami kondisi difabel tanpa melabeli stigma terhadap difabel. Hal ini supaya dalam mendampingi difabel dalam kerja-kerja sosial, pendekatan atau solusi terhadap difabel bisa tepat sasaran.

Selamat Hari Difabel Internasional 2016.[]

 

Please follow and like us: