Berkarya Dalam Keterbatasan: Profile Feature of Sabar Gorky

“Semangat membuat hidupnya terus bangkit, menatap masa depan dengan segala kelebihan bukan kekurangannya…”

Sabar adalah nama aslinya, akhiran Gorky adalah nama baru yang di sematkan di belakang nama Sabar setelah dia berhasil mencapai puncak gunung Elbrus, Rusia. Menurut catatan sejarah Rusia, karena perjalanan hidupnya yang berliku maka pujangga Alexey Maximovich Peshkov mendapatkan panggilan baru Maxim Gorky, alias “Maxim si empunya hidup pahit.” Nama akhir Gorky ( pahit ) yang awalnya merupakan olok – olokan bagi si Maxim kini justru menjadi sebuah julukan bernilai positif. Indonesia pun kini telah memiliki Gorky yang lain: Sabar Gorky.

Sabar Gorky tinggal di Desa Gendingan, RT 3 RW 6, Jebres, Solo. Pria kelahiran 9 September 1968 ini telah menggeluti dunia petualang sejak tahun 1985. Tentunya sudah tidak di ragukan lagi jam terbangnya dalam mengeksplorasi alam pegunungan di Indonesia. Pada tahun 1996, Sabar yang hobi naik sepeda, panjat dinding, dan arung jeram mengalami kecelakaan yang membuat kakinya sebelah kanan terpaksa harus di amputasi. Kenyataan ini ternyata tidak membuat dia memutuskan untuk berhenti dari hobinya, yaitu panjat tebing. Dengan keadaan yang serba terbatas dia juga masih tetap menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab dalam menafkahi keluarganya. Sebelum mengalami kecelakaan dia telah aktif menggeluti dunia petualangan. Sederetan gunung tinggi di Indonesia seperti Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, pernah didakinya. Selain mendaki gunung, ia juga aktif mengikuti perlombaan balap sepeda, dan panjat dinding. Ia bahkan pernah memenangkan medali emas kejuaraan panjat dinding Asia pada tahun 2009.

Setelah kehilangan kaki kanannya, penjelajahannya belumlah berhenti. Justru malah semakin berkibar sepak terjangnya. Terbukti beberapa prestasi telah dia ukir diantaranya adalah sebagai berikut :

1.Meraih medali emas Kejuaraan Panjat Dinding Asia di Korea Selatan pada tahun 2009.

2.Mencapai puncak tertinggi Gunung Elbrus, gunung tertinggi di Eropa dengan ketinggian 5.642 mdpl pada 17 Agustus 2011. Sebuah momen yang sangat langka karena bertepatan dengan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Semoga spiritnya menular ke seantero nusantara bahwa seorang pendaki tunadaksa mampu berkiprah dalam pencapaian prestasi kelas dunia.

3.Mencapai puncak tertinggi Gunung Kilimanjaro, gunung tertinggi di Afrika dengan ketinggian 5.895 mdpl pada 13 November 2011. Kegiatan ini dilaksanakan berkaitan dengan hari Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan. Sabar pun meraih gelar baru, pendaki tuna daksa pertama dunia yang berhasil menginjakkan kaki di puncak Gunung Kilimanjaro tanpa bantuan dari orang lain.

4.Memanjat dan mencapai puncak Monumen Nasional (Monas) di Jakarta dalam waktu 20 menit pada 4 Juni 2014.

Ke depan, dia bertekad mendaki gunung-gunung yang masuk dalam Seven Summits (tujuh gunung tertinggi di dunia). Selain itu, Sabar Gorky juga bermimpi memanjat Menara Petronas di Malaysia. “Memanjat Monas merupakan impian dari 2009. Saya sudah memanjat Monas, kemudian Menara Petronas. Saya ingin mendaki Cartensz Pyramid (Puncak Jaya). Kalau Kilimanjaro sama Elbrus sudah. Tinggal lima gunung lagi,” kata Sabar Gorky.

Sabar Gorky Fact’s

Lahir            : Solo, 9 September 1968

Istri              : Lenie Indria

Anak            : Novalia Eka

Pendidikan :

– SD Gulon, Solo

– SMP Purnama 1, Solo

– SMA Wolter Monginsidi, Solo (tidak lulus)

  1. sumber tulisan dikutip dari
    http://profil-inspirasiku.blogspot.co.id/2014/12/sabar-gorky.html (tanggal 4 Nop 2016)
  2. sumber video adalah https://www.youtube.com/watch?v=wlqqmvxjfCU (diunduh pada 4 Nop 2016)
  3. Film di produksi oleh: [1] Produser : Faradiba Alala; [2] Penulis Naskah : Gesang Nur Wasim; [3] Reporter : Demista Dyah Rosanti; [4] Kameraman : Muhammad Abduh; [5] Editor : M. Fiqih Ginanjar
Please follow and like us: